Rabu, 05 Agustus 2009

Masjid Babussalam



Masjid ini adalah salah satu masjid favorit saya untuk menunaikan shalat Jumat ketika saya masih kuliah. Tempatnya tidak berjauhan dari kampus saya, sehingga cukup mudah menjangkaunya dengan mobil atau motor.

Dari luar masjid ini tidak terlalu menampakan keunikan, karena memang desainnya sederhana, hmm bahkan boleh dibilang masjid ini lebih kelihatan modern bila dibandingkan dengan beberapa masjid di sekitarnya.

Ketika kita masuk masjid, kita akan disambut dengan tangga yang cukup tinggi. Tinggi tangga ini mirip dengan tinggi masjid di Al Azhar Walikota Jakarta Timur, cukup tinggi tapi tidak terlalu tinggi sekali.




Masjid ini memiliki sebuah ukiran menarik di tempat sahalat imamnya. Bentuk ukiran dengan kaligrafi ini memiliki gaya desain pengrajin Jepara, dengan detail ukiran yang cukup kompleks. Detil ini membuat bagian dalam masjid menjadi sangat menarik untuk dilihat lebih mendalam lagi.



Ada sebuah jam yang cukup tua berdiri di samping kiri. Jam klasik ini dengan khasnya akan mendentangkan bunyinya setiap sejam sekali. Hmm bentuk jamnya mirip dengan bentuk jam nenek saya zaman dahulu. Hadirnya jam ini menambah suasana masjid menjadi lebih unik dan menarik untuk dilihat, terutama ketika kita shalat Jumat.

Selain itu ada sebuah jam digital yang menggunakan tenaga listrik terpampang di sebelah kanan ruang shalat Imam. Jam digital ini menyajikan beragam informasi, dari mulai informasi waktu Subuh sampai Isya. Yang lebih menarik lagi, jam digital ini tidak hanya menyajikan informasi semata, ia akan menginformasikan penghuni masjid bila saat adzan tiba dengan sebuah alarm. So, para bilal yang ada di masjid ini tidak perlu kerepotan lagi menerka waktu shalat, karena jam digital siap membantu mengingatkan bilal.



Keunikan lainnya adalah jumlah AC yang ada di dalam ruangan ini. Ada 12 AC di ruang utama yang diletakan melingkar mengikuti fondasi kubah masjid dan berbentuk melingkar. Penataan AC ini cukup unik karena biasanya AC-AC yang ada di masjid lain terpasang di samping masjid. Meski unik penempatan AC ini membuat tidak nyaman bagi siapa saja yang shalat di posisi tengah (tepat di bawah kubah), dengan posisi melingkar ini, orang yang duduk di posisi tengah akan mendapatkan semprotan dari 12 AC secara bersamaan. Tentunya buat orang yang tidak terbiasa dingin dan masuk anginan akan merasakan sangat tidak nyaman, terlebih bila i’tikaf tiba, hmm pasti bisa kedinginan banget tuh.... So cari tempat shalat sebaiknya di bagian shaf paling depan biar tidak kedinginan lah….



Terakhir yang tidak kalah unik dari masjid ini adalah mimbar. Model mimbar di masjid ini seperti menggantung dan mencantel pada badan tembok masjid. Mirip seperti balkon yang berada di luar rumah. Hanya saja balkon ini lebih kecil dan letaknya bukan berada di luar ruangan melainkan di dalam ruangan. Buat sebagian Ustad yang bertubuh tinggi, bentuk ruangan ini tidak membuat mereka nyaman, sehingga pada shalat Jumat seringkali ruangan ini tidak dipakai.

Nah, itulah keunikan masjid Babussalam, hmm kalau ke daerah Rawamangun jangan lupa mampir ke masjid ini ya….

Salam Jalan-Jalan


Mas Senda
Sang Lirak

Tidak ada komentar:

Posting Komentar