Selasa, 13 Oktober 2009

Museum: Sultan Mahmud Badaruddin II



Di beberapa postingan sebelumnya Mas Senda sudah mengajak kita melihat-lihat beberapa Museum yang ada di Jakarta. Maka kali ini aku akan mengajak sobat lirak lirik sekalian untuk mengunjungi Museum Sultan Mahmud Badarudin II yang ada di kota Palembang. Terletak di seputaran Plaza Benteng Kuto Besak yang langsung menghadap ke Sungai Musi.



Gedung Museum ini telah dibangun sejak tahun 1823 M dan pada mula nya digunakan sebagai rumah dinas residen Belanda di Palembang. Sekarang bangunan ini selain di fungsikan sebagai museum, juga di gunakan sebagai kantor Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Palembang.

Pada saat berkunjung kesana, aku tidak sempat masuk kedalam bangunan Museum, karena sudah terlampau sore. Tetapi di pelataran museumnya sendiri terdapat beberapa koleksi Arca yg bisa aku share disini.



Arca Ganesha
Merupakan salah satu Dewa dalam agama Hindu. Dalam suatu bangunan candi biasanya di tempatkan diruang (relung bagian timur atau barat, tergantung dari arah hadap candi). Ganesha merupakan Dewa Perang atau Kebijaksanaan yang memerangi kebodohan dan keserakahan manusia.
Arca ini di temukan di situs Pagaralam di jalan Mayor Ruslan. Situs ini terletak sekitar 500 meter di sebelah utara situe Candi Angsoko. Arca ini terbuat dari Batu Andesit.



Arca Budha
Arca yang ditemukan di Bukit Siguntang sekitar tahun 1920-an ini memiliki tinggi 277 cm. Pada saat ditemukan tidak dalam keadaan utuh, melainkan terdiri dari beberapa bagian. Awalnya yang di temukan hanya bagian kepalanya saja yang kemudian di simpan di Museum Nasional Jakarta. Beberapa bulan kemudian bagian badannya di temukan, lalu disatukan dengan bagian kepalanya.
Arca ini dibuat dari batuan Granit yang banyak di temukan di Pulau Bangka.



Arca Ganesha
Arca Ganesha yang belum selesai pembuatannya ini terbuat dari bebatuan Andesit dan masih dalam bentuk sketsa. Arca ini berasal dari situs Suralangun kabupaten Musi Rawas. Situs Suralangun terletak di tepi Sungai Rawas.
Meskipun belum selesai, dari sketsa yang ada masih bisa di perkirakan bahwa arca ini berasal dari sekitar abad ke-9 Masehi.



Arca Singa
Arca Singa ini sudah dalam keadaan yang tidak utuh lagi. Arca ini juga terbuat dari bebatuan Andesit.
Arca Arca Singa baik di lingkungan bangunan Candi maupun Klenteng, biasanya ditempatkan di sisi kanan kiri tangga pintu masuk. Fungsi Arca Singa dalam bangunan candi bisa juga sebagai pengganti makara yang merupakan simbol penolak bala.

Sumber:
- Direktorat Museum
- Tulisan di sekitar Arca yang terdapat di Museum Sultan Mahmud Badaruddin II

Tidak ada komentar:

Posting Komentar