Tampilkan postingan dengan label Taman Mini Indonesia Indah Ok Juga Lho..... Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Taman Mini Indonesia Indah Ok Juga Lho..... Tampilkan semua postingan

Minggu, 31 Januari 2010

Sensasi 4D di Taman Mini Indonesia Indah

Siapa yang tak kenal dengan taman mini, tempat hiburan yang kini sedang banyak mengalami pembenahan saat ini, punya wahana seru yang wajib dan kudu didatengin. Namanya Cinema 4D.

Yup, bukan cuma Dufan, The Jungle dan Trans Studio aja yang punya Cinema 4D, TMII juga punya tempat serupa yang gak kalah menariknya dibandingkan dengan cinema 4D yang ada di tempat ini.



Ketika saya ke sana saya menemukan pengalaman baru yang belum pernah saya rasakan sebelumnya. Kala itu saya dan kedua orang teman saya mencoba wahana 4D, awalnya kami tidak terlalu tertarik karena sepinya pengujung. Belum lagi tempatnya yang mojok bersebelahan dengan perpustakaan, yang tentunya membuat kami bingung untuk masuk atau tidak ke dalam. Bukan karena perpustakaannya kami dibuat bingung, hal yang paling membingungkan dari semua hal itu adalah penontonnya hanya kami bertiga.

Nah lho, gimana gak jadi nganga tuh? Benar-benar kalau kata Craig David, it so unbelieveble…. Yup bayangin aja, kita bertiga nonton film ini di ruang theater bioskop yang memuat 600 pengunjung. Bener-bener berasa milik sendiri nih studio, padahal kalau boleh jujur jumlah kami dengan karyawan masih banyakan karyawan lho….

Kesan kami….



Jujur ketika kami masuk, pikiran kami awalnya hanya berpikir paling filmnya sama dengan tiga dimensi. Nyatanya lebih dari itu, kami tidak hanya disuguhi gambar tiga dimensi, beberapa sensasi cipratan air dan hawa dinginpun seolah membuat semuanya tampak lebih nyata.

Betapa kagetnya kami ketika beberapa semburan air kecil menerpa kulit kami, begitupun dengan angin besar yang tiba-tiba datang. Sungguh sensasi yang sulit untuk dilupakan.

Kesimpulannya

Jangan takut kemahalan kalau mau nonton film 4D. Di TMII, kita hanya merogoh kocek 15.000 saja kok untuk nonton film kualitas 4D, murah kan? Coba kalau ditempat lain, pasti harganya bisa lebih mahal dari ini.

So tunggu apalagi, week end minggu ini gak ada salahnya menjadikan Cinema 4D TMII jadi destinasi yang layak untuk dikunjungi. Bukan begitu sobat lirak lirik?

Salam Jalan-Jalan


Mas Senda
Sang Lirak

Selasa, 19 Januari 2010

Keong Mas


Halo sobat lirak-lirik dimanapun kalian berada. Hari ini seperti biasa Sang Lirak akan membawakan informasi tempat yang layak dikunjungi untuk berakhir pekan. Nah, salah satu rekomendasi yang saya berikan kali ini adalah Keong Mas Taman Mini Indonesia Indah.

Hmm, theater ini terletak dalam areal TMII dengan bentuk bangunan menyerupai keong berukuran raksasa. Bisa dibilang ini adalah bangunan berbentuk keong terbesar di dunia (he,he,he bangga dong kita punya bangunan berbentuk unik dan besar). Bentuk arsitekturnya unik dan menarik perhatian siapa saja yang melewatinya. Kalau sobat lirak-lirik lewat tol JORR dari arah Pondok Indah menuju Tanjung Priuk, pastinya akan melihat dengan jelas gedung ini dari arah kiri.

Nah itu untuk tampilan di luarnya, sekarang bagaimana dengan tampilan di dalam?

Untuk keadaan di dalam sungguh fantastis, bila kita menonton di dalam theater Keong Mas, kita akan disuguhkan sebuah layar besar dengan bentuk melengkung. Selama saya menonton film, belum pernah saya melihat layar dengan ukuran sebesar ini. Sensasi menonton menjadi sangat berbeda ketika saya menonton di layar Keong Mas, sungguh sebuah pengalaman baru yang menarik dan mencengangkan ketika melihat gambar yang tersaji di depan kita sungguh dekat dan nyata.

Bahkan untuk beberapa adegan film terlihat sangat dekat dan nyata. Ketika saya menonton film perjalanan Ibnu Sina untuk naik haji, saya dan teman saya begitu takjub melihat gambar padang pasir yang besar. Kita (baca: penonton) dibuat seolah-olah tidak ada jarak dengan film, sehingga dapat melebur dan menyatu pada film tersebut. Sungguh sebuah pengalaman yang tidak bisa dilupakan saat pemeran utama begitu dekat dengan kita.

Kesimpulannya….

Buat yang tinggal di Jakarta atau lagi main ke Jakarta, jangan ragu untuk menonton di Keong Mas. Sensasi pengalamannya berbeda jauh bila dibanding dengan menonton di bioskop. Ada kesan yang kedekatan film yang luar biasa yang tidak bisa didapatkan bila kita menonton di bioskop. Jadi tunggu apalagi? Week End ini mampir ya ke Keong Mas untuk merasakan sensasi menonton film yang dahsyat….

Salam Jalan-Jalan


Mas Senda
Sang Lirak

Sabtu, 05 Desember 2009

Museum Indonesia (Taman Mini Indonesia Indah)

Halo sobat Lirak-Lirik?

Seperti biasa tidak ada jalan-jalan yang tidak kita bahas di blog ini. Seperti biasanya selalu saja ada hal menarik untuk di ceritakan tentang tempat-tempat menarik untuk dikunjungi. Hmm salah satu tempat yang pantas untuk dikunjungi adalah Museum Indonesia. Museum ini berada dalam kawasan TMII dimana banyak sekali rekam jejak tentang kebudayaan Indonesia dari mulai pakaian adat, upacara adat, sampai dengan miniatur kamar pengantin.



Untuk lebih jelasnya mari kita lihat penjelasan berikut....

Gedung Museum Indonesia berarsitektur Bali tiga lantai dikembangkan dari filosofi tri hita karana, yang menjelaskan adanya tiga sumber kebahagiaan manusia, yakni hubungan dengan Tuhan, sesama manusia, dan lingkungan alam.

Museum Indonesia menjalankan fungsinya melalui pameran tetap dengan tiga tema. Lantai I bertema Bhinneka Tunggal Ika, menampilkan pakaian adat dan pakaian pengantin secara lengkap yang meliputi 27 provinsi, sesuai dengan jumlah provinsi di Indonesia pada saat peresmiannya. Koleksi pakaian pengantin dan pakaian adatnya paling lengkap dan tidak dijumpai di museum lain di Indonesia, bahkan di dunia. Pameran keanekaragaman pakaian adat dan pakaian pengantin sekaligus merupakan cermin kemajemukan budaya masyarakat Indonesia, baik dilihat dari sisi agama, pakaian, kesenian, maupun adat istiadatnya.

Pameran di lantai II bertema Manusia dan Lingkungan, menampilkan benda-benda bundaya di lingkungan sekitar yang diwujudkan dalam bentuk rumah tradisional berupa rumah tinggal, rumah ibadat, dan lumbung padi. Bangunan-bangunan tersebut menyesuaikan keadaan lingkungan, misalnya rumah di dataran rendah, di atas pohon, dan di atas sungai. Selain itu juga ditampilkan ruang/bagian rumah, antara lain kamar pengantin Palembang, ruang dalam Jawa Tengah, dan ruang dapur Batak. Benda budaya dan peralatan mata pencaharian yang dipamerkan meliputi alat perikanan, alat berburu dan meramu, alat pertanian, serta upacara-upacara daur hidup (life cycle rites) yang ditampilkan dalam bentuk diorama, meliputi upacara tujuh bulan (mitoni), upacara turun tanah, upacara khitanan, upacara potong gigi (mapedes), upacara penobatan datuk, dan pelaminan Sumatera Barat yang mewakili upacara pernikahan.

Pameran di lantai III bertema Seni dan Kriya, menampilkan hasil seni garapan dan seni ciptaan baru, antara lain aneka kain yang meliputi songket, tenun, dan batik; berbagai benda kerajinan dari bahan logam perak, kuningan, dan tembaga; seni ukir dari bahan kayu gaya Jepara, Bali, Toraja, dan Asmat. Pohon hayat—yang diilhami gunungan dalam pertunjukkan wayang sebagai pembuka, pergantian, dan penutup suatu adegan dalam pertunjukan wayang—berdiri megah setinggi delapan meter dan lebar empat meter, lambang alam semesta yang mengandung unsur udara, air, angin, tanah, dan api. Penempatan Pohon hayat di lantai III sekaligus menutup rangkain cerita atas seluruh tema pameran secara keseluruhan.

Selain pameran tetap, secara berkala Museum Indonesia juga menyelenggarakan pameran dengan tema khusus, antara lain pameran topeng, kain, senjata, dan lukisan yang didukung oleh peragaan yang berkait dengan tema, misalnya peragaan membatik dan menatah wayang.

Pengunjung bukan hanya wisatawan nusantara, terutama para pelajar dan mahasiswa yang diberi tugas berkaitan dengan mata pelajaran atau mata kuliahnya, melainkan juga wisatawan mancanegara; bahkan oleh TMII Museum Indonesia secara khusus dijadikan tujuan kunjungan tamu negara.

Museum juga dilengkapi fasilitas Bale Panjang, Bale Bundar, dan bangunan Soko Tujuh yang dapat disewa oleh masyarakat umum untuk keperluan pesta pernikahan, seminar, ataupun pertemuan.

Kesan-kesan Sang Lirak




Museum ini wajib dikunjungi untuk kita yang ingin sekali lebih dekat dengan Indonesia, karena museum ini benar-benar menceritakan Indonesia. Kalau boleh jujur museum ini sebenarnya adalah rangkuman dari semua anjungan yang ada di TMII. So, kalau belum sempat kunjungi anjungan-anjungan yang ada di TMII. Museum ini cukup mewakili rasa ingin tahu kita tentang Indonesia.

Nah yang paling saya suka dan tidak bisa saya lupakan dari museum ini adalah bangunannya yang brilian. Desain Balinya membuat museum ini benar-benar artistik, ketika saya berkunjung ke sana, saya seperti berjalan-jalan di daerah Bali. Hmm pokoknya keren abis deh....

Sumber: Situs Taman Mini Indonesia Indah di http://www.tamanmini.com/index.php?modul=wisata&cat=WMuseum&textcat=indonesia&wisataid=358737803226

Salam Jalan-Jalan



Mas Senda
Sang Lirak