Tampilkan postingan dengan label Bumi Lambung Mangkurat. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Bumi Lambung Mangkurat. Tampilkan semua postingan

Kamis, 10 Desember 2009

Sensasi Soto Banjar di Pinggiran Sungai Pangambangan, Banjarmasin

Plesiran ke tiap tiap daerah, tidak lengkap rasanya jika kita tidak mencicipi makanan/masakan khas dari daerah tersebut.

Kali ini saya akan mengajak sobat lirak lirik untuk mencicipi makanan khas dari daerah Banjarmasin, Kalimantan Selatan.



Sewaktu berkunjung ke Banjarmasin, saya berkesempatan mencicipi makanan khas Banjarmasin yaitu Soto Banjar. Berdasarkan rekomendasi dari sodaraku yg menetap disana, salah satu Soto Banjar yang enak itu berada di pinggiran sungai Pangambangan di warung Bang Amat, tepatnya berada di Jl. Benua Anyar RT. 02 No. 56, Banjarmasin.

Lokasi warung yang berada di bibir sungai yang alirannya menuju ke sungai Martapura ini, memberikan sensasi pengalaman tersendiri. Menyantap makanan khas Banjar dengan diiringi deru mesin Klotok yang berseliweran di atas sungai, membuat kita betah untuk duduk berlama lama di warung Pak Amat ini.



Umumnya Soto Banjar dinikmati dengan ketupat, tapi ada juga yang pesan dengan nasi, tergantung selera masing2 orang. Campurannya terdiri dari daging ayam yg disuwir, wortel, bihun, telur bebek (ini yg menjadi khasnya soto Banjar) disiram dengan kuah soto yg gurih. Supaya ada cita rasa segar di sotonya, dapat pula ditambahkan perasan air jeruk nipis.



Tidak hanya soto, di warung ini juga menjajakan Sop, Sate Ayam / Kambing dan beberapa penganan kecil khas Banjarmasin.
Sate yang di jual di sini sebetulnya tidak jauh berbeda dengan sate2 lainnya, yang membuatnya istiwewa adalah bumbunya. Bukan kacang tanah yang di pakai, tetapi kacang Mede.

Nah, sobat Lirak lirik, jika sedang berencana untuk berplesiran ke kota Banjarmasin, jangan lupa untuk mencicipi Soto Banjar dan Sate di warung Bang Amat.

Salam Jalan Jalan,

Ayuk Lin
Sang Lirik

Senin, 24 Agustus 2009

Berburu Intan di Kota Berintan

Palembang terkenal dengan sebutan Kota Pempek, Bogor Kota Hujan, Yogya kota Gudeg, maka julukan yang melekat pada kota ini adalah Kota Berintan. Ialah kota Martapura yang terletak +/- 29 km dari Banjarmasin, Kalimantan Selatan.



Memasuki pintu gerbang kota ini, banyak terdapat menara-menara masjid yang menjulang, santri-santri bersepeda, bapak2 yang mengenakan Peci Haji serta Ibu2 dengan busana muslimah yang santun. Selain kota Berintan, kota ini juga mendapat julukan Kota Santri.



Di kota ini memang terkenal akan kerajinan perhiasan dan pernak pernik yang berasal dari batu2an alam khas Kalimantan. Mulai dari Cincin, Kalung, Gelang, hingga miniatur pohon2 semuanya terbuat dari batu.
Tidak hanya perhiasan untuk wanita, untuk pria pun banyak pilihan.
Harga yang ditawarkan pun relatif. Mulai dari harga belasan ribu rupiah untuk perhiasan yg terbuat dari batu olahan sampai dengan puluhan juta rupiah untuk perhiasan yang terbuat dari batu alami seperti intan dan berlian yang bisa ditemukan disini.



Martapura merupakan surga belanja bagi pecinta perhiasan dan pengkoleksi batu2 alam.
Aku yang tadinya tidak terlalu suka akan perhiasan pun bisa menjadi gelap mata melihat semua perhiasan yang terpajang rapi di etalase2 toko di pusat perdagangan batu permata ini dan tentu saja karena harga yang murah.



Jadi, jika sobat lirak lirik akan ada rencana berplesiran ke kalimantan selatan, jangan lupa untuk singgah sejenak di kota Martapura untuk berbelanja perhiasan dan aneka souvenir disana.

Salam Jalan jalan,
Ayuk Lin
Sang Lirik