Tampilkan postingan dengan label Mall. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Mall. Tampilkan semua postingan

Kamis, 22 Oktober 2009

Suria KLCC



Suria KLCC adalah salah satu mall terbesar di Malaysia. Mall ini menyajikan tenant-tenant dari boutique-boutique yang ada di seluruh dunia. Konsep bangunannya mirip dengan Senayan City yang bergaya modern dan minimalis.

Ketika saya berjalan-jalan ke sana, saya merasa tidak ada yang istimewa dari mall ini. Karena memang sudah terlalu banyak mall yang ada di Jakarta dan hampir semua sudah saya kunjungi. Satu-satunya yang menarik ya mall ini berada di jantungnya Malaysia (Kuala Lumpur), selebihnya ya standart mall lah…. Bahkan kalau mau jujur bagusan mall yang ada di Indonesia yang terkenal dengan mall tematiknya seperti Grand Indonesia, Mall Artha Gading, dll.

Bayar toilet yang cukup mahal!!!

Hmm di mall sebesar ini ada satu hal yang boleh dibilang sedikit aneh untuk ukuran sebuah mall besar. Kalau kita ke toilet di lantai utamanya, kita akan dikenakan bayaran dua ringgit Malaysia, yang jika dikonversikan mencapai tujuh ribu rupiah. Nck…nck…nck… padahal kalau mau dibandingin sama Grand Indonesia, toiletnya masih bagusan di Grand Indonesia.

Branded dijual miring

Kalau boleh dibilang, barang branded yang ada di Suria KLCC cukup miring. Kemarin waktu saya kesana saya menemukan sebuah rompi dengan motif desain banyak kancing ala Michael Jackson. Harganya gak sampai seratus ribu rupiah. Yah, untuk ukuran baju boutique harga yang ditawarkan cukup menarik, so tidak sampai pikir dua kali untuk beli rompi ini, hehehe.

Kesimpulannya

Mall ini biasa aja, tapi harganya bolehlah…. Ok sekian dulu jalan-jalan kali ini.

Salam Jalan-Jalan


Mas Senda
Sang Lirak

Selasa, 18 Agustus 2009

Nuansa Negeri Van Oranje

Di dera oleh rasa lapar yang tak tertahankan lagi sewaktu berada di Grand Indonesia, aku bersama teman kantor ku mulai mencari2 tempat makan yang di kira layak untuk makan malam pada saat ini.

Mulanya Vin, teman ku menyarankan untuk makan Pasta atau Pizza, Italian food lah judul nya. Tapi dengan lantang nya aku berkata, "Lidah ku tuh Indonesia banget Vin, jadi kita cari makanan Indonesia aja"



Setelah berkeliling2 cukup lama, belum juga ditemukan tempat makan sesuai selera kita. Tiba-tiba.....jreeeeenggggg......nampak lah kincir angin raksasa di hadapan kita. Tanpa pikir panjang aku langsung mengusulkan, "bagaimana kalo kita makan disana aja". Perkara lidah Indonesia banget tadi terlupakan begitu saja :D

Bisa jadi ini dikarenakan masih terbawa suasana Negeri Belanda yang di bahas dalam diskusi peluncuran Buku Negeri Van Oranje yang baru saja kita hadiri di Toko Buku Gramedia yang berada di Mal yang sama.



Dengan mengambil posisi duduk di luar restaurant, kita pun memesan menu Pancake berbeda rasa. Supaya lebih menguatkan nuansa Belanda, minuman yang kita pesan pun berupa teh tawar hangat beraroma melati. Tanpa menyia-nyia kan desain interior yang bagus disekeliling restaurant ini, kamera pocket pun beraksi :)



Ya, walaupun belum sempat menginjakkan kaki di negeri Kincir Angin, setidak nya nuansa ini bisa kita dapatkan di Grand Indonesia, Jakarta.
Tentunya aku masih terus berharap, suatu hari nanti aku benar2 bisa merasakan nuansa Van Oranje di tempat yang sesungguhya......

Salam jalan Jalan,
Ayuk Lin
Sang Lirik