Tampilkan postingan dengan label Bumi Parahiyangan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Bumi Parahiyangan. Tampilkan semua postingan

Senin, 02 November 2009

Jalan-jalan ke penerbit Mizan



Sesekali berjalan-jalan ke tempat yang beda tidak menjadi masalah donk. Hmm bagaimana jika jalan-jalannya ke penerbit Mizan? Wuih pastinya seru banget…. Yah setidaknya itulah perjalanan yang menarik untuk di kunjungi.

Di penerbit ini kita akan mengetahui proses pembuatan buku dari mulai buku ditaruh sampai dengan buku di cetak. Semua proses ini mengalami tahapan-tahapan tersendiri dan membutuhkan waktu yang tidak sebentar. Oleh karena itu mereka berusaha bekerja dengan sepenuh hati untuk menyelesaikan buku-buku yang berkualitas.



Ketika saya kesana saya belajar banyak dari penerbit tentang bagaimana membuat sebuah penerbitan yang tersistem dengan baik. Dengan manajemen yang ketat, kita bisa membuat bisnis buku menjadi sebuah bisnis yang profesional dan produktif. Tidak hanya itu, di Mizan saya belajar banyak tentang spirit berbagi inspirasi sesungguhnya.

Penerbit ini hanya mau menerbitkan buku yang benar-benar menginspirasi. Sehingga wajar perbendaharaan bukunya kaya makna dan sarat inspirasi.

Diskon buku 25%



Ada yang menarik jika kita ke kantor MMU, Mizan. Di sini kita akan mendapatkan diskon sebesar 25% untuk setiap pembelian buku Mizan. Kita bisa membeli semua judulnya dari mulai terbitan lama sampai terbitan yang terbaru. Huaaa asyik kan?

Dan yang lebih menarik lagi, kita bisa baca sepuasnya koleksi buku-buku yang sudah diterbitkan penerbit ini.


Hmm tidak hanya buku-buku terbitan Mizan saja yang mendapatkan discount. Buku-buku terbitan Mizan group-pun dapat dengan mudah kita temui disini. Dari Bentang, Hikmah, FLP sampai Edelweis semua ada di sini, so buat yang freak banget sama buku-buku dari penerbit ini, gak ada salahnya untuk mampir ke sini….

Ok sekian dulu Lirak-Lirik kali ini, tetap semangat, tetap jalan-jalan dan berbagi inspirasi sobat lirak lirik….

Salam Jalan-Jalan



Mas Senda
Sang Lirak

Sabtu, 03 Oktober 2009

Kiri Kanan Kulihat Saja, Banyak Pohon Strawbery....



Gara - gara melihat salah satu tayangan jalan2 di televisi mengenai perkebunan strawbery di daerah Ciwidey, Bandung Selatan, maka pada saat Ibu n adikku berlibur dan sekaligus menengo' aku ke jakarta, mereka minta di ajak ke tempat tersebut. Yang membuat mereka excited itu sebenarnya adalah kegiatan memetik buah strawberry langsung dari pohonnya.



Dengan mengendarai mobil dari Jakarta, perjalanan menuju Ciwidey, Bandung Selatan memakan waktu sekitar 4 jam. Memasuki kabupaten Ciwidey, kita disuguhi pemandangan perkebunan Strawberry di sepanjang sisi kiri dan kanan jalannya. Mulai dari perkebunan yg hanya memanfaatkan halaman rumah penduduk hingga perkebunan yang di kelola dengan profesional sebagai tempat tujuan wisata.



Setelah merasa menemukan perkebunan yang cocok menurut pandangan kita, keinginan untuk memetik strawberry dengan tangan sendiri tak terbendung lagi setelah melihat jajaran buah tersebut terpampang di depan mata. Untuk memetik Strawberry ini, sang pemilik kebun akan memberitahukan pohon2 mana yang bisa di petik dan bagaimana cara memetiknya. Yang paling baik adalah dengan menggunakan gunting agar tidak merusak tangkai buah di sebelahnya. Selain itu memetik strawberry pun ada waktunya yaitu antara jam delapan pagi hingga jam empat sore.
Satu kilogram strawbeery yg kita petik sendiri di hargai sekitar 40 ~ 50 ribu, tergantung dari kualitas buah dengan melihat ukuran fisiknya.



Saya pernah membaca satu artikel yang menyatakan bahwa Strawberry dijadikan sebagai lambang Cinta oleh masyarakat Yunani kuno karena warna, rasa dan manfaat buah ini.

Tanaman yang tergolong sebagai tanaman buah herba ini pertama kali di temukan di negara Chili, Amerika. Strawberry mulai di kenal di Indonesia pada pertengahan tahun 1990-an. Buahnya yang berwarna merah menandakan bahwa buah ini kaya akan pigmen warna antosianin dan mengandung antioksidan yang tinggi. Karena kandungan antioksidannya yang tinggi itulah strawberry mempunyai khasiat yang sangat banyak. Selain itu strawberry ternyata kaya Vitamin C, Serat, rendah kalori, folat, potassium, serta asam ellagic.



Berikut beberapa Manfaat Buah Stawberry (Sumber: www.fiermanmuch.com):
- Menyusutkan kadar kolesterol
- Membantu melumpuhkan kerja Aktif kanker karena asam ellagic yang dikandungnya.
- Meredam gejala stroke
- Mengandung zat anti alergi dan anti radang
- Konsentrasi tujuh zat anti oksidan yang ada pada strawberry lebih tinggi dibandingkan buah atau sayuran lain, sehingga strawberry merupakan buah yang efektif mencegah proses oksidasi pada tubuh karena radikal bebas sehingga mengurangi proses penuaan.
- Kaya akan vitamin C yang bermanfaat bagi pertumbuhan anak.
- Hanya sedikit mengandung gula sehingga cocok bagi pengidap diabetes
- Jika dimakan secara teratur dapat menghaluskan kulit dan membuat warna kuliat terlihat lebih cerah dan bersih, dan mencegah terjadinya keriput.
- Dapat dijadikan sebagai pemutih gigi, dengan menghancurkannya kemudian di tempelkan pada gigi selama satu atau dua menit, kemudian gosok dengan sikat gigi secara menyeluruh.
- Ampuh melawan encok dan radang sendi.
- Zat astringent yang terdapat di daun strawberry berkhasiat untuk menghentikan serangan diare, caranya dengan meminum tiga hingga empat cangkir air hasil rebusan daun strawberry.


Salam Jalan-Jalan,

Ayuk Lin
Sang Lirik

Minggu, 23 Agustus 2009

Green Canyon

Akhirnya keinginan untuk ke Green canyon terwujud juga tahun ini. Semenjak melihat keindahan Green Canyon ini disalah satu acara jalan2 di televisi, aku sudah menetapkan hati, bahwa satu hari nanti aku harus kesana. Sebenarnya satu setengah tahun yang lalu kita hampir saja kesana, tapi pada saat mendekati daerah ini, hari sudah terlampau sore, sehingga tidak memungkinkan kita menuju kesana.



Green Canyon atau sering disebut oleh masyarakat setempat Cukang Taneuh yang berarti jembatan tanah, terletak di Desa Kertayasa, Kecamatan Cijulang, Ciamis, Jawa Barat. Jaraknya sekitar 31 kilometer dari Pangandaran. Nama Green Canyon sendiri sebenarnya dipopulerkan oleh Frank dan Astrid, turis dari Perancis dan Swiss, yang pada tahun 1990 datang Ke Cukang Taneuh.
Sumber: http://id.shvoong.com



Kawasan ini merupakan perpaduan antara sungai, lembah, hutan lindung dan bebatuan stalakmit dan stalaktit yang mempesona.
Untuk dapat menikmati ini semua, kita bisa menyewa perahu seharga Rp. 75 rb yang dapat diisi oleh 5 ~ 6 orang dengan waktu tempuh sekitar 45 menit.

Perjalanan dimulai dengan menyusuri sungai dengan pemandangan hutan lindung di kiri kanan nya. Belum nampak sesuatu yang special setelah +/- 10 menit menyusuri sungai ini. Tak lama kemudian, tampak beberapa gundukan bebatuan yang diatasnya terus ditetesi air, layaknya hujan. Tunggu dulu.... ini bukan tujuan yg sesungguhnya, karena beberapa meter di depan akan nampak beberapa perahu yang telah berjejer mengantar penumpangnya untuk melihat keindahan dari Green canyon ini.



Terpampanglah satu pemandangan yang menakjubkan di depan mata, air sungai yg berwarna hijau jernih, tebing2 tinggi yang menjulang, bebatuan stalaktit dan stalakmit, percikan air yang terus turun dari atas seperti hujan yang tiada hentinya.



Beberapa wisatawan langsung turun ke air sungai untuk berenang dan menikmati dari dekat tebing2 yang indah ini. Untuk kegiatan tambahan ini (berenang) awak perahu yang membawa kita kesini dapat di jadikan guide dan dapat membantu kita untuk mengambil foto2 sewaktu kita berenang. Bagi yang tidak bisa berenang, jangan khawatir, di tiap2 perahu selalu di sediakan baju pelampung. Untuk ini kita akan dikenakan extra charge sebesar Rp. 100 rb (untuk membayar guide dan tambahan waktu).



Di hari libur, pengunjung yang datang kesini sangat membludak. Jadi, sebisa mungkin datanglah pagi2, jika tidak ingin lama menunggu antrian untuk naik perahu. Loket untuk menyewa perahu di buka dari pukul 8.00 ~ 16.00.
Sewaktu kesana, aku dan teman2ku sudah mendapat nomor antrian yang ke 203, padahal saat itu baru menunjukkan pukul 9.30 pagi. Bisa kebayangkan betapa banyak nya pengunjung disana.



Jika ingin berlibur ke daerah Pangandaran dan sekitarnya, persiapkanlah fisik dengan baik. Waktu yg akan ditempuh sekitar 8 ~ 10 jam dengan mengendarai mobil. Jangan lupa obat Anti Mabuk, kalau tidak ingin mual atau senewen dengan jalan yang berbelok2, obat ini sangat membantu. Untuk penginapan, mulai dari yang murah sampai hotel berbintang bisa ditemukan disini. Penginapan di daerah Pantai Barat relatif lebih mahal di banding Pantai Timur.

Salam Jalan Jalan,
Ayuk Lin
Sang Lirik

Kamis, 20 Agustus 2009

Pantai Batu Hiu

Masih dari seputaran Pangandaran, kali ini kita akan berjalan-jalan ke Pantai Batu Hiu. Terletak di desa Ciliang, kecamatan Parigi.

Sekitar 200 meter dari Pantai, terdapat sebuah Batu Karang yang mirip Ikan Hiu. Oleh karena itulah, kenapa Pantai ini di sebut Pantai Batu Hiu. Pintu gerbang untuk masuk ke kawasan ini pun berupa patung Ikan Hiu.



Kita bisa menikmati pemandangan yang indah sembari berjalan-jalan di atas bukit yang teduh, yang menghadap langsung ke Samudra Indonesia. Banyak pengunjung memanfaatkan bukit ini untuk area piknik bersama keluarga. Di bukit ini juga banyak terdapat pohon PANDAN WONG. Banyak juga pedagang yang menjajakan berbagai souvenir, pakaian hingga buah2an disana.



Jika sobat Lirak Lirik berplesiran ke Pantai ini, jangan berharap bisa berenang-renang dan melakukan berbagai kegiatan watersport. Ombak yang sangat tinggi tidak memungkinkan untuk melakukan kegiatan2 tersebut. Banyak terdapat tulisan DILARANG BERENANG bisa kita jumpai di sekitar pantai ini.



Walaupun tidak dapat berenang disini, keindahan pantai, bukit dan karang batu hiu nya tetap bisa dinikmati untuk sejenak melepas lelah.

Salam Jalan Jalan,
Ayuk Lin
Sang Lirik

Selasa, 18 Agustus 2009

Pasir Putih, Pangandaran

Jika sobat lirak lirik berkunjung ke Pantai Barat Pangandaran, jangan lupa untuk mengunjungi pasir putih. Ada 2 cara untuk dapat mencapai pantai ini. Yang pertama lewat darat dengan cara berjalan kaki, yang dapat di tempuh kurang lebih 1 jam dengan melewati cagar alam yg terdapat disana. Yang kedua dengan menumpang perahu2 yg memang sengaja di sediakan untuk mengangkut wisatawan2 yg ingin pergi ke pasir putih ini. Hanya dengan membayar 10 rb per orang, kita sudah dapat bermain2 disini.



Di Pantai ini banyak kegiatan yang dapat di lakukan, mulai dari berenang, mencari kerang2 hingga ber snorkling. Di kawasan ini memang terdapat taman laut yang memungkinkan pengunjung untuk bersnorkling.



Untuk bersnorkling, kita tidak perlu membawa sendiri peralatannya, karena peralatan tersebut akan banyak sekali di jumpai di pinggi2 Pantai. Kita bisa menyewa peralatan snorkling lengkap dengan baju pelampung hingga kaki katak hanya dengan 20 ~ 25 ribu tanpa batasan waktu.



Menurutku, di pasir putih ini tidak terlalu nyaman untuk bersnorkling. Karena keadaan ombak yang cukup besar dan juga karang2 yang nampak sudah banyak yang rusak. Tetapi untuk mencoba tidak ada salahnya.




Salam Jalan Jalan,
Ayuk Lin
Sang Lirik

Kidang Pananjung

Jika di Yogyakarta ada Malioboro, Bali ada Nusa Dua dan Jakarta ada Jalan Jaksa. Maka di Pangandaran ada Kidang Pananjung.



Kidang Pananjung merupakan nama jalan dimana banyak terdapat tempat2 makan, toko2 souvenir, toko2 pakaian, kios untuk membuat tato, sampai dengan penyewaan ATV dan Sepeda.

Layaknya pusat belanja wisata, tidak heran jika wilayah ini dipadati oleh wisatawan, mulai dari turis lokal sampai turis mancanegara. Barang2 yang dijajakan disini antara lain pakaian2 yang bernuansa pantai, mulai dari baju2 atasan yg berwarna cerah, baju tidur, rok2 pantai, souvenir2 yang terbuat dari kerang-kerangan, accessories seperti, kalung, gelang, cincin, dll.

Harga yang di tawarkan pertama kali tentu saja mahal, pandai2 lah menawar. Turunkan harga hingga 1/3 nya.



Jika tidak ingin berjalan kaki, ada alternatif kendaraan yang dapat disewa untuk menyusuri jalan Kidang Pananjung ini. Ada sepeda dan ATV. Sayangnya aku tidak sempat menikmati kedua nya di karenakan ada satu kejadian yang membuat hilang selera untuk mencoba kedua kendaraan ini.



Satu yang disayangkan dari tempat ini adalah kurangnya tempat makan yang menjajakan Sea Food. Mengingat daerah ini dekat sekali dengan laut, harusnya banyak warung2 makan atau restaurant2 yang menyediakan makanan laut, terutama fresh Sea Food.

Salam Jalan Jalan,
Ayuk Lin
Sang Lirik

Pantai Batu Karas



Lokasi wisata ini berada di Desa Batukaras, Kec. Cijulang, Ciamis, Jawa Barat. Tepatnya +/- 34 km dari Pangandaran.
Dibanding beberapa pantai yg ada di daerah ini, Pantai batu Karas ini tergolong pantai landai, ombaknya tidak terlalu tinggi, sehingga cocok untuk melakukan berbagai kegiatan watersport. Sebut saja, surfing dan Banana boat.

Menurut Tour Guide yang membawa kita kesana, Batu Karas sendiri berarti Batu Nisan. Karena banyak terdapat Batu2 Nisan di daerah ini, maka pantai ini pun dinamakan Pantai Batu Karas.



Melihat banyaknya orang2 yang asyik melakukan berbagai kegiatan watersport, aku dan temen2 ku pun ingin mencoba salah satu wahana yang ditawarkan. Mau Surfing, tidak mungkin, kita semua tidak ada yg bisa berenang. Mau berenang menggunakan Ban, too childish, akhirnya kita sepakat untuk mencoba Banana Boat.



Untuk bermain Banana Boat disini, setiap orang dikenakan tarif 45 rb. Dalam satu boat bisa menampung maximum 6 orang. Waktu tempuh untuk sekali perjalanan +/- 25 menit.

Sebelum mulai bermain, tiap-tiap orang diberi pengaman berupa baju pelampung. Instruktur juga memberi tahu, pada saat kita di lempar kelaut, lepaskan pegangan tangan kita dari boat nya.

Persiapan selesai dan wejangan dari intruktur sudah di dengar dan di cerna dengan baik, maka sekarang saat nya kita mulai permainannya.......



Pada saat si Banana Boat mulai bergerak, rasa excited tidak bisa di tutupi. Begitu sudah agak ke tengah, nyali mulai ciut, mengingat aku tidak bisa berenang, tapi aku menjadi sedikit tenang karena kita selalu berada di bawah pengawasan Instruktur.

Instruktur berada di boat depan yang berfungsi sebagai penarik si banana boat. Dia yang memberikan arahan kemana tubuh kita harus condong, ke kiri atau ke kanan agar si banana boat tetap seimbang.

Kira2 setelah 10 menit kita diajak berputar kesana kemari, tiba tiba, byaaaarrrrr...... rasa asin air laut masuk ke tenggorokan, mata perih dan kita sudah terapung2 di air. Sempat panik, tapi instruktur kita dengan sigap memberikan arahan agar kita mendekati boat dan dia juga membantu kita satu persatu untuk kembali lagi ke boat nya.

Banana Boat melaju lagi, setelah sepuluh menit berikutnya, hal yg sama terjadi lagi.
Kita tidak terlalu kaget lagi pada saat "pelemparan" yang kedua ini, karena sudah berbekal pengalaman "di lempar" sepuluh menit sebelumnya.

Permainan berakhir di "lemparan" yang ketiga. Kita "di lempar" ke air pada saat mendekati bibir pantai.


Salam Jalan Jalan
Ayuk Lin
Sang Lirik