Minggu, 27 September 2009

Malaka



Malaka adalah salah satu daerah bekas jajahan Portugis dan Inggris. Daerah ini menjadi daerah rebutan untuk dijadikan pelabuhan dan transit perdagangan. Letaknya yang strategis membuat para penjajah memperebutkan tempat ini.



Sewaktu saya ke sana ada beberapa tempat wisata yang cukup menarik untuk dikunjungi. Dari mulai monumen-monumen bergaya Spanyol, museum seni dan budaya, sampai benteng Spanyol. Semua objek yang dikunjungi disini cukup menarik dan sayang untuk dilewatkan. Salah satu yang menjadi daya tarik yang sayang untuk dilewatkan adalah benteng yang dibangun Spanyol. Dari benteng ini kita bisa melihat suasana Malaka, meski tidak terlihat semua. Di sana juga ada gereja kuno yang dibangun oleh bangsa Portugis dimana kita bisa menemukan arsitektur khas gereja Eropa di sana.







Actually, secara keseluruhan bangunan-bangunan di sini cukup menarik namun bila dibandingkan dengan bangunan-bangunan kuno yang ada di daerah Kota (Jakarta), tentunya lebih menarik bangunan kuno yang ada di daerah Kota. Sebab bangunan Kota yang ada di Jakarta lebih tertata dan apik terlihat bila dibandingkan dengan Malaka. Pokoknya Aku Cinta Indonesia-lah….

Asal Nama Malaka



Menurut tour guide saya, nama Malaka itu diambil dari nama buah Malaka yang memang banyak tumbuh di sana selain rambutan dengan kulit keras. Saat itu ada seorang sultan dari Palembang datang ke daerah Malaka. Ia melihat potensi yang sangat besar dari daerah Malaka untuk dijadikan pusat perdagangan.

Satu saat ia bertanya dengan pengawalnya tentang dareah ini. Pengawalnya tidak tahu persis nama daerah ini. Ketika ia bertanya dengan warga sekitarpun, mereka tidak mengetahui dengan persis daerah ini.



Ketika itu jatuh buah Malaka ke kepala sultan, ia berpikir lama sembari memperhatikan bentuk buah itu.

“Pengawal buah apa ini?” sang Sultan memperhatikan dengan seksama buah itu.
“Ampun paduka sultan, hamba tak tahu buah yang sultan pegang.”
“Kalau begitu adakah yang tahu buah ini?” Sultan bertanya pada penduduk sekitar yang kebetulan ada di situ.
“Ampun sultan, buah yang sultan pegang adalah buah Malaka.” tukas seorang warga sambil tertunduk hormat pada sultan.
“Hmm, baiklah mulai saat ini daerah yang tak bertuan ini kunamakan Malaka….”



Nah itulah cerita singkat tentang asal muasal Malaka yang diceritakan Pa’ Cik (Tour Guide kami selama berada di Malaysia). Jadi kita boleh bangga donk, karena ternyata nama Malaka itu diberikan oleh Sultan Palembang yang ASLI INDONESIA, hehehe…. GO INDONESIA….

Ok sekian dulu reportase perjalanan saya, nanti akan ada cerita yang lebih seru dan menarik lagi. So, pentengin terus blog Lirak-Lirik ya….

Salam Jalan-Jalan


Mas Senda
Sang Lirak

Tidak ada komentar:

Posting Komentar