Selasa, 20 Juli 2010

Jabal Uhud

Hola sobat lirak-lirik, setelah vakum beberapa lama dari dunia tulis menulis jalan-jalan, kali ini saya akan menampilkan penjelasan tentang Jabal Uhud. Sudah siap mendapatkan informasi tentang Jabal Uhud? Mari kita bahas sekarang juga….

Tentang Jabal Uhud



Jabal Uhud adalah gunung terbesar yang terletak kurang lebih lima kilo meter dari kota Madinah. Nah di jabal ini adalah saksi bisu bagaimana perjuangan para syuhada memperjuangkan Islam. Salah satu syuhada yang tewas di Jabal Uhud adalah paman kandung Rasulullah SAW, yang bernama Hamzah.

Jadi dahulu ketika Perang Uhud, kamu Quraisy ingin sekali membalas kekalahan mereka dalam Perang Badar, salah satu orang yang paling memiliki dendam kesumat adalah Hindun, dia adalah seorang janda yang suaminya dibunuh oleh Hamzah ketika perang Badar.

Saat itu ia bersumpah akan membunuh Hamzah dan memakan jantung Hamzah. Ketika perang Uhud dimulai, awalnya pasukan muslim menang dan berhasil memukul mundur kaum Quraisy, tetapi karena kaum Quraisy licik mereka memutari gunung Uhud dan berhasil menyerang pasukan muslim dari arah belakang. Nah salah satu yang terbunuh adalah Hamzah, dengan tangan Wahsy (Orang suruhan Hindun) paman nabi kemudian terbunuh. Melihat jasad Hamzah, Hindun yang kalap menuntaskan janjinya dengan mencoba memakan jantungnya. Tahukah sobat, berkali-kali Hindun mencoba memakan jantung Hamzah namun gagal kemudian seperti orang gila dia bersyair menghujat Hamzah.

Kuasa Allah SWT



Akhirnya paman nabi dikuburkan di dekat Jabal Uhud. Tahukah sobat di jabal ini saya merenung dalam tatkala seorang penjaga menceritakan tentang kondisi jasad paman nabi saat terjadi banjir besar-besaran di Madinah.

Kala banjir itu, Madinah menjadi banjir dan Jabal Uhud termasuk daerah yang memiliki tingkat tergenang cukup tinggi, hal ini membuat pemakaman paman nabi tidak karuan dan akhirnya pemerintah Arab kemudian membongkar makam beliau untuk memindahkan jasad beliau. Tahukah sobat apa yang terjadi ketika makam tersebut akan dipindahkan?

Semua jenazah termasuk paman nabi ternyata jasadnya masih utuh, dan yang paling mengenaskan adalah di dada kiri paman nabi sudah bolong tanpa jantung sama sekali. Jujur mendengarnya membuat saya merenung. Ternyata betapa Allah menunjukan kuasanya ketika ada mahluknya yang mati-matian membela agama-Nya.

Bahkan sudah meninggalpun Allah SWT masih menjaga jasadnya, benar-benar tidak bisa dibayangkan semua itu. Jikalau saya nanti apakah saya akan seperti Hamzah yang selalu dijaga jasadnya? Allahualam….

Jabal ini ada di surga lho….



Nabi Muhammad SAW, pernah berkata ketika ia melihat surga, ia melihat Jabal Uhud adalah salah satu tempat yang ada di surga. Insya Allah ketika kita melihatnya di alam dunia kita akan bertemu dengan Jabal Uhud di hari akhir nanti. Semoga kita salah satu orang di dalamnya, amin….

Salam Jalan-Jalan


Mas Senda
Sang Lirak

Selasa, 06 Juli 2010

Tips and Trik Selama di Madinah



Yang belum pernah ke Madinah, ini ada tips sedikit untuk sobat lirak lirik, mau tahu seperti apa, check it out:



1) Kalau mau belanja pakaian muslim terusan panjang, sebaiknya beli di pertokoan bawah tanah, karena harganya lebih murah bila dibandingkan dengan harga di atas.



2) Kalau mau beli kurma yang murah, sobat lirak lirik bisa beli di pasar kurma yang letaknya sekitar 600 meter dari masjid Nabawi. Di pasar ini kita bisa coba makan kurma sepuasnya, plus melihat kebun kurma. Kalau mau lihat bagaimana proses pemetikan kurmanya datanglah di akhir bulan Rajab, karena pada bulan ini terjadi musim panas di Madinah.



3) Kalau sakit dan demam, jangan ragu untuk masuk klinik dan rumah sakit yang ditunjuk pemerintah. Masalah biaya nggak usah khawatir, selama kita memegang pasport atau tanda pengenal umroh, semuanya gratis.



4) Orang Arab pandai merayu dan semangat dalam menjual, saking semangatnya tangan kita akan ditarik-tarik oleh mereka (untuk yang ikhwan saja, jadi yang akhwat jangan khawatir), nah kalau sudah begini kita harus pandai-pandai mencuri-curi pandang melihat dagangan mereka, agar tidak ditarik-tarik untuk membeli, hehehe….



5) Orang Arab sangat suka dengan kamera, beberapa kali mereka memperhatikan kamera saya dan memotret saya dengan senang hati, pas banget buat yang doyan di foto kayak orang Indonesia, wehehehe….



6) Kalau belanja perhatikan detil darimana buatannya, karena di Madinah banyak sekali barang yang bertuliskan made in China.



7) Harus nyobain susu merek Al Marai, susu merek ini enak banget dan tidak eneg. Rasanya akan sangat segar bila diminum panas-panas. Ada lagi yang mereknya Nadec, kalau ini milknya full cream, jadi rasanya sedikit berat dari Al Marai.



8) Jangan lupa beli kebab, kebab di sini enak lho, ada rasa daging lembu dan ayam, it’s so yummy….



9) Kacamata hitam, harus selalu dipakai tatkala kita jalan-jalan. Cuaca panas mungkin kita ok-ok saja, tapi silaunya itu tidak tahan….



10) Kalau mau telephone ke Indonesia, saya sarankan beli nomor baru. Operator yang bagus di Arab adalah Mobily. Yang kedua adalah Sata (kalau di Indonesia Axis, lambangnya mirip banget dengan Axis di Indonesia).



11) Bawa selalu air minum kemanapun kita melangkah. Di Madinah, panas tidak akan membuat kita keringatan, tapi justru itu yang harus kita waspadai. Sebab pada dasarnya panas seperti ini biasanya malah lebih cepat membuat kita dehidrasi.



12) Jangan lupa pakai sun block kemanapun kita melangkah.

13) Kalau mau beli oleh-oleh tawar dulu, trus kalau nggak boleh pura-pura melangkah jauh, nanti juga mereka akan kejar kita (hanya untuk belanja barang dan bukan untuk belanja kurma ya).


Salam Jalan-Jalan


Mas Senda
Sang Lirak

Minggu, 04 Juli 2010

Masjid Nabawi

Alhamdulillah, sobat Lirak Lirik, akhirnya saya bisa juga menyentuh tanah Haram dan diundang oleh Allah SWT untuk memakmurkan salah satu masjidnya di Madinah. Hmm mau tahu seluk beluk masjidnya, mari ikuti perjalanan saya….

Tentang Masjid Nabawi

Masjid ini adalah masjid kedua yang dibangung Rasulullah SAW setelah masjid Quba, pembangunannya dimulai pada bulan Rabiul Awal 1 Hijriah setelah beliau hijrah dari Mekkah ke Madinah.

Masjid Nabawi dibangun diatas tanah dua orang anak yatim (Sahal dan Suhail) yang dibeli dengan harga sepuluh dinar dan ditambah tanah wakaf dari As’an bin Zurarah serta tanah bekas kamu muslimin yang rusak. Peletakan pertamanya dilakukan oleh Rasulullah sendiri, hinggak kemudian di lanjutkan oleh empat sahabt nabi, Abu Bakar, Umar bin Khatab, Ustman bin Affan dan Ali bin Abu Tahalib.



Dahulu masjid ini sangat kecil, karena hanya seluas 1.050 m2. Tiang-tiang dan atapnya dibuat dari batang kurma, sedangkan untuk penerangannya dibuat dari pelepah kurma yang dibakar.

Nah, kalau sekarang masjid ini lebih besar lagi dan mengalami perluasan berkali-kali lipat dari sebelumnya. Sejak tahun 1985, pemerintah Saudi melakukan penggusuran besar-besaran hingga mencapai 100.000 m2. Dengan luas lantai dasar 98.000 m2, luas lantai atas 98.000 m2 dan luas lantai bawah 90.000 m2. Daya tampung halamannya saja bisa mencapai 1.000.000 jama’ah pada musim haji dan 650.000 jama’ah pada musim biasa.

Bisa dikatakan ini adalah masjid terbesar di yang ada di muka bumi. Karena luasnya saja sepuluh kilometer. Waktu saya sholat, saya harus berjalan kurang lebih empat kilometer untuk sampai bagian depan masjid (raudhoh), jadi bisa kebayangkan berapa kilometer saya jalan dari hotel sampai ke masjid untuk sholat lima waktu.

Fakta-fakta menarik yang ada pada masjid ini….



Masjid ini adalah masjid tempat dimakamkannya Rasulullah SAW. Jadi di masjid ini kita akan menemukan makam rasul yang ditutup dengan pagar emas dengan penjagaan ketat dari askar-askar (semacam polisi Saudi Arabia gitu). Pintu masuk dari makam rasul sendiri berada pada posisi kiblat, jadi kita baru bisa lihat ketika kita akan pergi ke keluar masjid.

Diantara makam rasul dan mihrab tempat rasul berdiri itu, namanya raudhoh, disini adalah tempat yang makbul untuk berdoa karena selalu dipadati oleh pengunjung, wuih waktu saya sholat disana, saya harus berebutan dengan banyak orang yang sholat di masjid beliau, sensasi desak-desakkannya seru lho…. 

Untuk luas raudhoh sendiri 22 meter x 15 meter, diukur dari jarak atnara rumah nabi dengan mimbar nabi sendiri.



Oh iya di raudhoh ini ada lima tiang penting yang terdapat zona tersebut, berikut saya jelaskan tiang-tiang tersebut:

1) Tiang Siti Aisyah, tiang ini yang disebut dengan Usthuwaanah Aisyah terletak di tengah raudhoh, yakni tiang ketiga dari mimbar dan dinding maqam Rasulullah SAW. Di tengah tiang ini terdapat tulisan dalam bahasa Arab: Usthuwaanah Aisyah.

2) Tiang Taubah, letaknya berada diantara tiang Aisyah dan tiang as Sarir (dinding maqam Rasulullah SAW. Tiang ini dikenal dekan nama Tiang Abu Lubabah (Usthuwaanah Abu Lubabah).

3) Tiang as Sarir, diambil dari kata tempat tidur, tiang ini terletak pada sebelah timur (di samping) tiang Taubah, menempel dengan dinding maqam Rasulullah SAW.

4) Tiang al Haras (Usthuwaanah al Haras), nah kalau tiang ini terletak menempel pada maqam Rasulullah SAW, sebelah utara dari tiang as Sarir. Tiang ini punya sejarah sendiri, karena di tempat ini dahulunya dijadikan tempat pengaman dan pis keamanan untuk menjaga keselamatan dan keamanan Rasulullah SAW hingga datangnya jaminan keselamatan dari Allah SWT yang terdapat pada surat Al Maa’idah ayat 67 yang berbunyi: “Allah memelihara engkau dari gangguan manusia.”

5) Tiang al Wufud (Usthuwaanah al Wufud), kalau tiang ini terletak paling utara dari tiang as Sarir dan tiang al Haras. Letaknya menempel di dinding makam Rasulullah SAW. Dahulu tiang ini dipergunakan Rasulullah SAW untuk menerima tamu-tamu penting baik dari petinggi Arab maupun para sahabat.



Itulah tiang-tiang dan raudhoh, keistimewaan lainnya yang tidak kalah penting untuk dicatat adalah kubah hijau (green dome) karena di bawah kubah inilah nabi Muhammad SAW dan kedua sahabatnya, Abu Bakar dan Umar di makamkan. Selain itu ada beberapa kubah kecil di sekeliling kubah hijau, hmm kalau boleh dibilang masing-masing kubahnya itu bagus banget, karena ada hiasan relief bunga yang menghiasi bagian atas masjid. Huaa pokoknya keren banget deh….

Payung di masjid Nabawi, adalah payung tempat untuk berteduhnya jemaah bila panas menyengat kulit. Hmm di payung ini terdapat yang secara otomatis memancarkan hawa dingin di sekelilingnya. Hmm bentuk payungnya sama persis dengan masjid agung jawa tengah (yang memang meng-copy paste langsung dari masjid ini).

Di dalam masjid ini terdapat 674 lampu kristal yang super duper mewah, karena semuanya berlapis emas, beratnya bervariasi antara 125 Kg, 145 Kg dan 485 Kg. Semuanya dipesan khusus dari Italia.

Toilet yang sangat besar dan jauh, hmm kalau boleh bilang jarak toilet-nya cukup jauh dengan tempat sholat, jadi saran saya mending pipis di hotel daripada pipis di masjid, soalnya mau kalau mau pipis, jaraknya hampir sama dengan muterin gelora bung karno empat kali (nah kebayang kan jauhnya semana?).

Tips and Trik di Masjid Nabawi



1) Kalau datang ke masjid, kalau bisa satu jam sebelumnya, biar bisa dapat di zona Raudhoh. Karena kalau di luar itu kita nggak kebagian zona ini.

2) Sebelum sholat ada baiknya minum air zam-zam dulu dua gelas untuk energi kita jalan, air zam-zam memberi kita kekuatan lebih pada saat sholat dan berjalan menuju hotel, jadi sobat lirak-lirik mesti minum dulu sebelum melakukan aktivitas ibadah.

3) Kalau mau foto-foto di dalam, jangan sampai ketahuan askar di depan pintu masuk masjid, usahakan kita simpan karena kalau ketahuan bisa diambil bahkan dibanting lho….

4) Jangan lupa wakafin Al Qur’an, nah untuk satu Al Qur’an kita bisa beli dengan 20 riyal, lumayan untuk nambah-nambah pahala kita, siapa tahu nanti dibaca orang pada saat bulan puasa. 

5) Kalau mau sholat di raudhoh, ambil waktu dekat-dekat sholat, jadi kita bisa stay terus sampai sholat berjamaah.

Kesimpulannya….

Ini adalah masjid paling berkesan kedua setelah Masjidil Haram, saya bisa katakan ini masjid paling besar di dunia dan pokoknya keren deh, pokoknya harus datang ke masjid ini, dijamin pengalaman spirtual kita akan bertambah….

Salam Jalan-Jalan


Mas Senda
Sang Lirak

Sumber Bahan: Buku Pintar Haji dan Umroh, Iwan Gayo
Sumber Foto: Koleksi Pribadi dan http://daarassalam.files.wordpress.com/2009/03/masjid-nabawi18.jpg